Sri Laelasari : MoU PAM Tirta Kamuning dengan LPM Cigugur Harus Dikaji Secara Cermat





KUNINGAN,- Anggota Fraksi Gerindra DPRD Kuningan, Sri Laelasari, akhirnya "angkat bicara" terkait rencana penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara PAM Tirta Kamuning dengan LPM Kelurahan Cigugur, tentang pemanfaatan sumber mata air, seperti yang diberitakan, Selasa (15/11).

Hal itu bukan tanpa dasar karena Sri yang sejak awal memediasi persoalan tersebut ketika dirinya menerima aspirasi dari warga Kelurahan Cigugur, 
Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, diwakili pengurus LPM, Karang Taruna, Mitra Cai dan Gapoktan.

Pertemuan pertama dilakukan di Gedung Serba Guna Kelurahan Cigugur pada Senin (20/6), kemudian dilanjutkan empat kali pertemuan dan dua kali melihat lokasi sumber mata air yang dihadiri pihak PAM Tirta Kamuning.

Kepada kamangkaranews.com, Kamis (17/11/2022), ia mengatakan, manajemen PAM Tirta Kamuning harus mengkaji secara cermat Memorandum of Understanding (MoU) atau Naskah Kerja Sama itu.

"Saya baca di media online ini, pasca Direktur Pak Deni Erlanda meninggal dunia pada 23 Oktober 2022 di RS Al Ikhsan Bandung, Plt Direktur mengatakan, penandatanganan MoU itu targetnya dilaksanakan minggu depan dan draftnya sedang dikebut," katanya.

Menurutnya, selain mengkaji ulang secara cermat dan jangan tergesa-gesa, sebagai orang timur seharusnya mempunyai perasaan dan menghormati upaya dilakukan direktur sebelumnya yang meninggal dunia belum genap 40 hari.

Dengan kata lain, imbuhnya, menghormati keluarga besar PAM Tirta Kamuning yang saat ini sedang berduka, meskipun dirinya intens melakukan komunikasi dengan Plt Direktur serta unsur pejabat di sana.

"Memang betul pelayanan kepada masyarakat, khususnya warga di Kelurahan Cigugur yang diwakili LPM harus cepat tapi jangan ada kesan tergesa-gesa apalagi karena tekanan opini publik," katanya.

Terkait Corporate Social Responsibility (CSR) menjadi Rp18 juta, ia berharap ada peningkatan yang signifikan, terutama untuk memperbaiki infrastruktur dan pipa saluran air ke warga masyarakat Kelurahan Cigugur.

Bukan hanya itu, CSR harus tepat sasaran untuk kebutuhan seluruh warga masyarakat Kelurahan Cigugur, bukan untuk kepentingan kalangan tertentu atau personal.

"Sebaiknya ada bak penampungan air untuk kebutuhan warga masyarakat Kelurahan Cigugur dan penataan pipa-pipa yang selama ini dipasang warga dari sumber mata air," harapnya.
.
Ia pun mengingatkan PAM Tirta Kamuning terhadap warga Kelurahan Cipari, Kecamatan Cigugur, jangan sampai terlupakan lantaran terfokus kepada persoalan mata air di Kelurahan Cigugur.

Pewarta : deha

Berita terkait :
Pekan Depan MoU dengan LPM Cigugur Ditandatangani.

Diberdayakan oleh Blogger.