Tuti Andriani Layak Pimpin DPC Partai Gerindra Kuningan
![]() |
| Tuti Andriani, bersama anggota Fraksi Partai Gerindra Kabupaten Kuningan, Sri Laelasari, dalam kegiatan di DPC Partai Gerindra. |
KUNINGAN,- Tuti Andriani yang juga menjabat Wakil Bupati Kuningan dinilai layak menjadi Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kabupaten Kuningan secara definitif karena saat ini jabatan ketua parpol besutan Presiden Prabowo Subianto masih berstatus Plt (Pelaksana tugas).
Hal itu dikatakan salah seorang kader Partai Gerindra, Roni Agus Pramono, ketika diminta pendapatnya mengenai kelangsungan posisi ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Kuningan.
"Menurut saya, Ibu Tuti Andriani layak untuk dipertimbangkan sebagai Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Kuningan," kata Roni, kepada kamangkaranews.com, Sabtu (22/8/2026) malam.
Ia menegaskan, pandangan tersebut bukan semata-mata karena Tuti Andriani seorang perempuan atau Wakil Bupati Kuningan, tetapi lebih kepada kapasitas, karakter kepemimpinan serta kemampuan menjadi figur pemersatu di internal partai.
Lebih lanjutan dikatakan, dalam dinamika politik, sebuah partai besar membutuhkan kepemimpinan yang bukan hanya mampu menggerakkan struktur organisasi tetapi juga mampu merajut komunikasi, membangun kembali soliditas dan menyatukan berbagai elemen kader.
Terlebih lagi, imbuh dia, Partai Gerindra saat ini merupakan partai yang memiliki posisi strategis sebagai bagian dari kekuatan politik nasional.
"Saya melihat sosok Ibu Tuti sebagai figur seorang ibu yang memiliki karakter merangkul, mengayomi dan membangun suasana kebersamaan. Karakter seperti ini sangat dibutuhkan dalam kondisi ketika konsolidasi internal perlu terus diperkuat," katanya.
Ia mengingatkan, Partai Gerindra Kabupaten Kuningan tidak boleh hanya kuat secara struktur tetapi juga harus kuat dalam soliditas, loyalitas, komunikasi dan rasa kebersamaan antar-kader.
"Bagi saya, pergantian atau penetapan kepemimpinan di DPC bukan persoalan siapa yang menang dan siapa yang kalah. Ini harus ditempatkan sebagai bagian dari ikhtiar membangun Partai Gerindra yang semakin solid, semakin dewasa dalam berpolitik dan semakin dekat dengan masyarakat.
Roni berharap kepemimpinan ke depan mampu mengakhiri berbagai sekat yang mungkin muncul dalam dinamika internal, sehingga tidak ada lagi istilah kelompok ini dan kelompok itu. Yang ada adalah satu Partai Gerindra, satu semangat dan satu tujuan untuk membesarkan partai.
"Karena itu, apabila Ibu Tuti Andriani diberikan amanah untuk memimpin DPC Partai Gerindra Kabupaten Kuningan, saya berharap beliau dapat menjadi jembatan bagi seluruh kader dan struktur partai, bukan hanya menjadi representasi satu kelompok atau kepentingan tertentu," tandasnya.
Roni menjelaskan, Partai Gerindra adalah partai besar, partai yang saat ini memiliki posisi penting dalam pemerintahan nasional. Maka sudah semestinya kebesaran tersebut juga tercermin dalam kekuatan dan soliditas organisasi di daerah.
"Saya sebagai kader tentu tidak ingin melihat Partai Gerindra Kuningan terfragmentasi. Saya ingin melihat seluruh kader duduk bersama, saling menghormati, saling menguatkan dan bergerak dalam satu barisan," katanya.
Pada akhirnya, yang dicari bukan sekadar seorang ketua tetapi seorang pemimpin yang mampu menyatukan. Bukan hanya mampu memimpin struktur namun mampu merangkul seluruh kader.
"Dan dalam konteks itulah, saya melihat Ibu Tuti Andriani sebagai salah satu figur yang layak dipertimbangkan untuk memimpin DPC Partai Gerindra Kabupaten Kuningan," ujar Roni menambahkan.
Di akhir perbincangan, Roni mengajak seluruh kader Partai Gerindra Kabupaten Kuningan untuk memgembalikan Partai Gerindra kepada semangat awalnya, yakni kuat dalam perjuangan, solid dalam barisan, santun dalam perbedaan dan menang bersama rakyat.
Sementara itu, Tuti Andriani, ketika diminta pendapatnya terkait banyaknya kader yang meminta dirinya memimpin DPC Partai Gerindra Kabupaten Kuningan, ia menjawab diplomatis.
Amih Tuti (panggilan akrabnya) nampak berbicara secara sangat berhati-hati, bijaksana dan taktis agar tidak menyinggung pihak lain, tidak menimbulkan konflik serta tetap menjaga hubungan baik.
"Semua itu diatur oleh pusat, saya harus taat terhadap keputusan DPP," kata Amih Tuti usai kegiatan anggota DPR RI, Rokhmat Ardiyan, di Kelurahan Cigadung, Kecamatan Cigugur, beberapa waktu yang lalu.
Pewarta: deha.





Post a Comment