Sinergi Lintas Sektoral: Aksi Ekologi Penanaman Rumput Vetiver dan Pohon Pengikat Tanah untuk Mitigasi Bencana Longsor di Desa Pajambon
KUNINGAN,- Tim Pelaksana PPK bersama anggota Ormawa Himpunan Mahasiswa Sipil Universitas Kuningan (HMS Uniku), Pemerintah Desa Pajambon Kecamatan Kramatmulya dan mitra eksternal telah melakukan aksi ekologi bertajuk "Penanaman Tanaman Pengikat Tanah".
Dalam keterangan tertulisnya, Humas Uniku, Selasa (18/8/2026), menyebutkan, kegiatan untuk memperkuat mitigasi bencana alam dan pemulihan vegetasi di kawasan rawan longsor itu dilakukan Kamis (13/8) sejak pukul 09:00 hingga 14:30 WIB.
Aksi lingkungan ini berfokus pada penanaman rumput vetiver (Vetiveria zizanioides) dan berbagai jenis tanaman berakar kuat di sepanjang lereng kritis Desa Pajambon guna memperkokoh struktur tanah.
Rangkaian kegiatan diawali oleh Tim Pelaksana PPK Ormawa HMS Uniku yang bertindak sebagai koordinator utama turut turun langsung ke lokasi lereng untuk memobilisasi massa, menyiapkan peralatan penggalian, serta mendampingi para peserta agar proses penanaman memenuhi kaidah teknis konservasi tanah.
Kepala Desa Pajambon, Nani Ariningsih, mendampingi dan mendukung serta mengarahkan lokasi penanaman, dan melakukan penanaman tanaman pengikat tanah secara simbolis.
Penanaman simbolis tersebut sekaligus menjadi penanda dibukanya gerakan bersama pemulihan vegetasi lereng dan wujud penguatan koordinasi dengan pemerintah desa.
Aksi nyata ini semakin diperkuat oleh kolaborasi lintas sektoral dari berbagai mitra eksternal. Perhutani dan Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) memberikan arahan terkait teknis penanaman, melakukan simbolis penanaman serta memberikan arahan langsung ketika di lokasi penanaman.
Selain itu, Perhutani juga memberikan tambahan bibit tanaman pengikat tanah berupa bibit durian dan alpukat.
Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bersama KUA Kramatmulya berkontribusi memberikan tambahan tanaman berakar kuat guna memperkokoh zona rawan berupa pohon mangga, pohon kelapa, pohon durian dan pohon petai.
Di sisi lain, Mapala Timbal dan Komunitas Akar berpartisipasi aktif melakukan aksi fisik penanaman langsung di sepanjang lereng.
Meski sempat dihadapkan pada kendala lapangan berupa topografi lereng yang sangat curam, terjal serta jalur setapak yang licin dan berisiko tinggi, aksi penanaman tetap berjalan lancar dan aman.
Kesigapan Tim Komunitas Akar yang mengoperasikan peralatan keselamatan dan perintisan akses lereng seperti penggunaan tali pengaman dan skenario pemanjatan membuat titik-titik terjal yang sulit dijangkau dapat diakses dengan selamat.
Melalui keterlibatan seluruh elemen ini, gerakan pemulihan vegetasi diharapkan mampu meminimalisir risiko bencana tanah longsor.***



Post a Comment