Bupati Dian Ingatkan ASN Kuningan Bahaya Judi Online


KUNINGAN,- Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, mengingatkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuningan agar menjauhi praktik judi online yang dinilai dapat menimbulkan dampak serius terhadap kehidupan pribadi, keluarga, pekerjaan, hingga integritas sebagai aparatur.

Dilansir dari Dinas Komunikasi dan Informatika, Selasa (11/8/2026), hal itu disampaikan Bupati Dian ketika Sosialisasi Pencegahan Judi Online bagi ASN Pemerintah Kabupaten Kuningan, oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) di aula salah satu bank. 

Dikatakan, persoalan judi online saat ini tidak lagi sebatas persoalan kriminalitas, tetapi telah berkembang menjadi persoalan sosial dan ekonomi yang menyentuh berbagai sendi kehidupan masyarakat.

"Judi online yang tadinya isu kriminal sekarang bergeser menjadi isu sosial-ekonomi yang menyentuh kepada sendi-sendi kehidupan masyarakat dan jebakan judi online dapat bermula dari kemenangan yang membuat seseorang merasa mudah memperoleh keuntungan," kata Dian. 




Namun, lanjut dia, ketika mulai mengalami kekalahan secara beruntun, muncul rasa penasaran untuk mengembalikan modal hingga akhirnya seseorang semakin terjerat.

Kondisi tersebut dapat berujung pada persoalan finansial, penjualan aset, utang, keretakan rumah tangga hingga tindakan kriminal.

"Tidak ada yang kaya karena judi, yang ada malah kesusahan," katanya. 

Dampak judi online bahkan dapat merembet pada hubungan rumah tangga. Tekanan ekonomi akibat keterjeratan judi online, dapat menjadi salah satu pemicu konflik dan keretakan keluarga.

Bupati juga mengingatkan dampak tersebut semakin serius apabila terjadi pada ASN karena menyangkut integritas, kedisiplinan dan kepercayaan masyarakat.
"Kalau ASN, ini berkaitan dengan komitmen dan integritas. Reputasi dan trust, kepercayaan masyarakat terhadap aparatur sipil negara, semakin drastis berkurang,” tegasnya.

Ia menyebutkan, adanya data hasil analisis transaksi keuangan terkait indikasi keterlibatan sejumlah ASN dalam aktivitas judi online di Jawa Barat, termasuk Kabupaten Kuningan.

Namun, Bupati menegaskan data tersebut perlu ditindaklanjuti melalui proses verifikasi dan mekanisme yang berlaku, meminta BKPSDM Kabupaten Kuningan untuk melakukan koordinasi dan menindaklanjuti data tersebut secara cermat.

"Data yang ada perlu kita tindak lanjuti. Kita verifikasi terlebih dahulu, kemudian apabila memang terbukti melakukan pelanggaran, tentu akan diproses sesuai ketentuan,”ujarnya.

Bupati menekankan upaya pencegahan tidak hanya berorientasi pada pemberian sanksi, tetapi juga pembinaan agar ASN memahami berbagai jebakan dan modus yang digunakan dalam praktik judi online.

Menurutnya, pencegahan harus dilakukan bersama oleh pimpinan perangkat daerah, camat dan seluruh ASN.

Dari sejumlah pengalaman dan informasi yang diterimanya mengenai dampak judi online di tengah masyarakat, ia mencontohkan adanya masyarakat yang mengalami persoalan ekonomi hingga kehilangan akses terhadap program bantuan setelah teridentifikasi memiliki keterkaitan dengan aktivitas judi online.

Bupati juga menceritakan pengalaman ketika membantu warga Kuningan yang terjebak dalam pekerjaan di luar negeri dan ternyata berkaitan dengan operasional judi online.

Menurutnya, pengalaman tersebut menunjukkan bagaimana judi online dapat menjadi sebuah sistem yang membuat seseorang terjebak secara bertahap.

Selain persoalan ekonomi, Bupati menyoroti dampak lainnya berupa meningkatnya potensi kriminalitas, gangguan psikologis, keretakan rumah tangga, hingga persoalan serius lainnya.

"Yang terdampak itu bukan si pelakunya saja, tetapi anggota keluarganya, suaminya, anaknya, istrinya,”katanya.

Ia juga meminta masyarakat dan orang tua lebih waspada terhadap infiltrasi promosi judi online melalui ruang digital karena promosi judi online dapat masuk melalui berbagai platform digital dan bahkan menyasar anak-anak serta remaja.

"Jangan hanya sibuk dengan handphone sendiri. Perhatikan juga handphone anak, karena sasarannya juga anak-anak remaja SMA dan SMP,”pesannya.

Bupati Dian meminta para kepala perangkat daerah dan camat meningkatkan pengawasan serta pembinaan terhadap ASN di lingkungan masing-masing, 
apabila terdapat ASN yang terbukti melakukan pelanggaran, maka penanganannya harus dilakukan sesuai ketentuan disiplin yang berlaku.

Bupati juga meminta agar upaya pencegahan diperkuat melalui edukasi dan literasi, sehingga ASN tidak mudah terjebak dalam berbagai modus judi online.

Ia mengingatkan ASN untuk tidak mempertaruhkan pekerjaan, keluarga dan masa depan hanya karena iming-iming keuntungan yang bersifat semu.

"Saya titip, sayang bapak-ibu sudah masuk ASN. Ketika anda terjerat dalam judi online seperti ini, anda sebetulnya bukan hanya membunuh diri sendiri, tetapi membunuh keluarga, menghancurkan semuanya, menghancurkan impian dan ikhtiar yang telah bapak-ibu rintis sejak dulu," katanya. 

Bupati Dian pun mengajak seluruh ASN untuk bersama-sama menjauhi judi online dan menjaga integritas sebagai aparatur, demi melindungi keluarga, pekerjaan serta masa depan.

"Jangan sampai kita terjebak kepada lubang yang lebih dalam,”tegasnya.

Pewarta: deha. 
Diberdayakan oleh Blogger.