Kuota Calhaj Kuningan Bertambah Semula 350 Jadi 700, Positif Berangkat 681



KUNINGAN (KN),- Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Kuningan, Ahmad Fauzi, diwakili Kasi Bina dan Layanan Haji, Nur Muhammad Nurul Qomar, menyebutkan, kuota haji dari Kabupaten Kuningan yang ditetapkan Kanwil Provinsi Jawa Barat, semula 350 bertambah menjadi 700 dan yang positif berangkat tahun ini 681 orang.

"Dari 700 orang tersebut ada yang menangguhkan dan ada juga yang mutasi dari Kabupaten Kuningan, sehingga yang positif berangkat 681 orang," sebut Nur Muhammad, kepada kamangkaranews.com, di Kantor Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLUT), Kamis (9/4/2026).

Dijelaskan, 681 Calhaj terbagi dua kelompok terbang (kloter) dari Bandara Kertajati yaitu kloter 8 khusus Kuningan berjumlah 439 diterbangkan 27 April 2026 menuju Madinah dan kloter 39 yang digabung dengan Subang dan Majalengka jumlahnya 242 pada 18 Mei 2026 menuju Jeddah.

"681 calhaj tersebut, laki-laki 310 orang dan perempuan 371, usia tertua 85 tahun yaitu Pak Mulyadi dari Ciputat Ciawigebang dan usia termuda 18 tahun yakni Zaskia dari Cihideunghilir Cidahu,” sebutnya.

Keberangkatan calhaj kloter 8 akan dilepas Bupati Kuningan di Kuningan Islamic Center (KIC) pada 26 April 2026 dan kloter 39 pada 17 Mei 2026 menuju Asrama Haji Indramayu, setelah menginap 1x 24 jam, besoknya diterbangkan dari Bandara Kertajati Majalengka.

"Alhamdullilah secara keseluruhan untuk dokumen-dokumen jemaah haji mulai paspor sudah lengkap namun masih ada 2 paspor yang masih di rumahnya, yang pertama karena masih dipakai untuk berlayar yang kedua masih dalam proses sementara," katanya.

Proses pemberangkatan calhaj tinggal menghitung hari, maka Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Kuningan berpesan kepada para calhaj agar menjaga kesehatan jangan terlalu lelah beraktivitas apalagi saat ini musim walimatussafar atau hajatan.

"Jangan begadang, rajin olahraga jalan kaki dan sering konsultasi kesehatan, koordinasi dan komunikasi ke Puskesmas terdekat," pesannya.

Koper calhaj kloter 8 sudah diserahkan dan para calhaj agar mengisi koper tersebut untuk yang penting-penting saja, misalnya pakaian secukupnya jangan berlebihan karena berat maksimal koper 32 kilogram, sedangkan tas kabin hanya 7 kilogram.

Perhatikan barang-barang yang sekiranya dilarang untuk dibawa, contoh tiap tahun masih banyak juga yang membawa alat menanak nasi bahkan setrikaan juga masih ada yang suka bawa, hal seperti itu nanti itu akan ketahuan juga di embarkasi akan dikeluarkan oleh pihak embarkasi.

"Jangan membawa barang-barang yang membahayakan, termasuk power bank yang kapasitasnya lebih besar itu nggak boleh kalau pun terpaksa dibawa jangan disimpan di koper besar tapi disimpan di tas kecil yang biasanya dibawa saat pelaksanaan ibadah haji," katanya.

Pewarta: deha.


Diberdayakan oleh Blogger.