Refleksi Satu Tahun Bupati dan Wakil Bupati, Insya Alloh Kuningan MELESAT Tercapai



Oleh: H. Yusron Kholid, M.Si

Sebagai bagian warga masyarakat yang turut serta mencermati arah kebijakan kepala daerah yang berkomitmen menata pembangunan dengan didasari spirit agama, sangatlah optimis bahwa peneguhan bangunlah jiwanya bangunlah badannya telah terpotret dengan segala dinamikanya.

Pertama, komunikasi dan koordinasi pak Bupati dengan elemen serta komponen keumatan di daerah cukup intens dan kohesif. Harmoni ini menjadi modal dasar, sebagaimana ungkapan Presiden Prabowo bahwa ketika ada ulama dan pemuka agama dibelakang saya, maka saya akan semakin berani dalam membela dan memperjuangkan hak rakyat untuk pembangunan Indinesia.

Dalam konteks keberagamaan, Bupati Kuningan tak miliki tanda-tanda memprioritaskan mayoritas lalu kemudian memarginalkan minoriras. Semua dalam bingkai rangkulan dan perhatian sebagai bapak seluruh rakyat di daerah.

Kedua, Komitmen sungguh sungguh pak bupati dalam kerangka nyaah ka guru ngaji, nyaah ka santri dan pondok pesantren mandiri telah sebahagian direalisasi dan akan terus diseksamai.

Bahwa kemudian belum maksimal dalam konteks ideal, itu tengah dilakukan pencermatan bersama pemangku kepentingan seiring meningkatnya trend pertumbuhan ekonomi yang semakin membaik, bahkan terbaik di pulau Jawa.

Ketiga, stabillitas dan kondusifitas daerah saat ini telah menjadiseksamai (penguat, red) bagi terbukanya ruang penguatan publik yang tidak hanya menunggu arah kebijakan kepala daerah, melainkan berpacu sinergis segenap potensial warga.

Pertemuan rutin dalam kerangka medengar saran masukan para tokoh lintas pelaku hususnya dengan pemuka agama, tokoh pemuda, dan pemuka masyarakat lainnya terus teragenda baik langsung maupun tak langsung.

Pak bupati cukup responsif dalam berbagai hal, bahkan seringkali mendahului dinas teknis yang seyogyanya miliki deteksi dini terhadap kemungkinan munculnya keluhan warga.

Bupati dan wakil bupati nampak sekali pewakafan dirinya berkhidmat demi terbangunnya masholihul ammah- kemaslhatan umum di daerah.

Salahsatu indikator kesungguhan bupati dan wakil bupati untuk nyebrit ngariksa lemah cai diantaranya melakukan ikhtiar pendekatan dengan user kebijakan pusat yang sering beliau sampaikan dengan istilah ngemis atau ngamen karena pusat itu sebagai ibu dan bapak dalam bingkai keluarga besar NKRI.

Tentu dalam prosesi tahapan Rapih Winangun Kertaraharja sebagaimana ruh pilosofi pemerintahan kabupaten Kuningan, akan banyak mengalami tantangan bahkan mungkin ujian baik secara politis maupun sosiologis.

Namun Bupati Kuningan sangat terbuka dengan kritik maupun saran dari para pihak, beliau tak alergi kritik.

Bagi bupati kritik yang muncul diruang publik merupakan bagian pengayaan ide dan gagasan sekaligus masukan berharga untuk membuka jalan solusi guna menguatkan spirit membangun Kuningan.

Ia tidak pernah jumawa bahwa hasil yang menunjukan trend positif adalah murni prestasi dirinya, tetapi bupati Kuningan sering menyampaikan bahwa semua capaian yang baik merupakan kontribusi nyata semua elemen daerah yang telah menunjukkan rasa memiliki serta kecintaannya bagi Kuningan.

Penulis berkeyakinan bahwa prosesi penguatan pembangunan serta kebaruan gagasan yang linier dengan kebutuhan nyata dan sungguh sungguh, akan tercapai menuju Kuningan Maju, Empowewring, Lestari, Agamis dan Tangguh dalam bingkai dirahmati Alloh SWT, Aamiin

Penulis: Mantan Kepala Kantor Kementerian Agama Kuningan.

Diberdayakan oleh Blogger.