Siapakah Anak Perempuan Baju Putih Tengah Malam Duduk di Tembok?
KUNINGAN,- Kisah ini diceritakan Ofik Fiktori, warga Desa Panawuan, Kecamatan Cigandamekar, Kabupaten Kuningan, ketika menempati rumah kontrakan tidak jauh dari Jalan Raya Kuningan-Cirebon depan SPBU Kasturi masuk dari arah barat melewati Gapura Desa Kasturi.
Ia bekerja di salah satu perusahaan swasta dan sudah terbiasa pulang larut malam jika jadwal kerjanya shift sore dan pulang ke rumah kontrakannya pukul 01.00 dini hari.
Lingkungan rumah kontrakan yang ditempati bersama keluarganya memang cukup sepi, hanya ada beberapa bangunan rumah, termasuk pemilik rumah kontrakan.
Dekat rumah kontrakan terdapat hamparan tanah yang biasa dipergunakan untuk menyimpan gelas plastik atau botol plastik bekas air mineral, entah punya siapa.
Ia mengatakan, peristiwa yang dialaminya memang sudah lama dan yang ia ingat waktu itu malam Jumat kliwon sekira pukul 02.00 WIB setelah pulang bekerja bermaksud membuang puntung rokok yang memenuhi asbak.
Namun betapa kagetnya karena di hamparan tanah itulah ia melihat penampakan seorang anak perempuan berambut pendek memakai baju putih sedang duduk di tembok bekas pondasi rumah.
"Usia anak perempuan itu diperkirakan 10 tahun dan kepalanya tertunduk,” katanya kepada kamangkaranews, Minggu (18/1/2026).
Sekian detik ia terdiam memperhatikan anak tersebut, kemudian berusaha memancing perhatiannya dengan cara memukulkan asbak ke lantai dan berharap si anak itu menoleh melihatnya.
"Namun anak itu tetap diam tidak terpengaruh oleh sumber bunyi asbak yang dipukulkan ke lantai," katanya.
Ia masuk ke rumah kontrakan untuk ganti baju, setelah itu keluar lagi, anak tersebut masih ada di tempatnya.
Ia pun masuk lagi ke rumah, kemudian mematikan lampu listrik di ruang tamu dan keluar lagi, ternyata anak itu sudah tidak terlihat.
Besok harinya ia menceritakan kepada para tetangga tapi mereka belum pernah melihat sosok anak perempuan berbaju putih yang duduk di tembok bekas pondasi pada tengah malam karena semuanya sudah tidur.
Menurut tetangga pernah mendengar ada orang yang sedang ronda melihat anak itu sedang duduk di tembok bekas pondasi dan menurutnya agar dibiarkan saja bahkan jika malam rumah di sekitar itu akan aman dari pencuri karena ketakutan jika melihat sosok misterius.
Ia diberitahu oleh tetangga agar tidak perlu takut dan yang terpenting makhluk dari alam gaib dimaksud tidak mengganggu atau menakut-nakuti warga penghuni rumah kontrakan.
"Setelah kejadian yang saya alami tak lama kemudian bersama keluarganya pindah rumah kontrakan karena khawatir terhadap anaknya yang saat itu masih balita," pungkasnya.
Pewarta: deha.



Post a Comment