Misteri Sungai Cijami, Penampakan Jurig Samak dan Babah Mangkok
KUNINGAN,- Bagi warga Kelurahan Kuningan, Kecamatan Kuningan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, yang lahir sebelum tahun 70an pasti pernah mendengar cerita mistis dari para orangtua mengenai makhluk astral di sekitar sungai Cijami.
Cijami merupakan sungai kecil yang menjadi batas administrasi antara Kelurahan Kuningan, Kecamatan Kuningan dengan Babakan Kelurahan Cigadung, Kecamatan Cigugur yang batasi jembatan kecil.
Cerita itu dikaitkan dengan makhluk jadi-jadian dekat aliran sungai Cijami, yang berada di jurang Babakan Pasapen (sekarang dikenal dengan Blok Warrior) Pasapen, pernah dihebohkan munculnya penampakan babah mangkok dan jurig samak (siluman berwujud tikar warna hijau).
Jurnalis kamangkaranews.com sengaja mendatangi ke lokasi itu menuruni jalan setapak sekira 150 meter untuk mengambil gambar dari jarak dekat dan suasana di sana terasa magis karena tidak jauh dari sungai banyak ditumbuhi pohon bambu yang rindang serta hawanya terasa dingin.
Sebelum wawancara dengan narasumber, terdapat keanehan. Betapa tidak, ketika jurnalis berjalan menuju jembatan Cijami berpapasan dengan seorang kakek memegang tongkat yang berjalan tertatih-tatih.
"Bade kamana jang ? (mau kemana nak)," kata sang kakek.
"Bade ka jembatan Cijami Ki palay motret (mau ke jembatan Cijami Kek ingin motret)," jawab jurnalis.
Proses memotret sungai dari atas jembatan hanya membutuhkan waktu kurang lebih satu menit dan setelah selesai jurnalis pun kembali lagi berjalan ke atas.
Alangkah terkejutnya karena kakek yang tadi berpapasan tidak terlihat, padahal ia berjalan sangat perlahan, apalagi jalan setapak itu kondisinya menanjak dengan kemiringan antara 60-70 derajat.
Informasi yang dihimpun, salah satunya mantan Kepala SDN 3 Kuningan yang dipindahkan menjadi Kepala SDN Cigintung dan sekarang sudah pensiun, Apip Mustopa, ia menceritakan pengalamannya waktu kecil tentang kejadian aneh di sungai Cijami.
"Ketika masih kecil, saya bersama teman-teman pernah mandi di sungai itu. Tiba-tiba ada benda seperti tikar berwarna hijau mengambang. Ukurannya besar dan panjang," kata Apip, Jumat (30/1/2026).
Menurut pria yang semasa kecilnya bermukim di Lingkungan Cijalim, awalnya tidak mengetahui kalau benda itu adalah siluman air.
"Untung saja, ada teman yang masih berdiri di pinggir sungai, kemudian berteriak jurig samak berulang kali, maka saya bersama yang lainnya langsung naik ke darat karena merasa takut," ujarnya.
Tidak jauh dari tempat itu, terdapat cerita mistis lainnya, yaitu babah mangkok.
Konon, pada zaman dahulu ketika Indonesia masih dijajah Belanda, ada seorang warga Cina yang berdagang mangkok dibunuh dan mayatnya dibuang ke daerah tersebut.
Untuk mengetahui cerita tersebut, jurnalis disarankan menemui Nono Sujono, mantan guru SDN 3 Kuningan.
Dikatakan Nono, saat masih bertugas di SDN 3 Kuningan pada suatu hari ia akan memotong rumput di halaman belakang sekolah yang lokasinya berada di tepi jurang.
"Di halaman belakang sekolah terasa sekali ada aura magis, maka saya pun meminta izin kepada penghuni tempat itu," katanya.
Lebih lanjut ia mengatakan, jika tidak diizinkan memotong rumput di sini, silahkan sabit ini melukai kakinya dan berdarah. Tapi jika diizinkan kakinya tidak berdarah.
Beberapa detik kemudian, tiba-tiba sabit yang ia pegang melukai kakinya dan anehnya lagi tidak berdarah.
"Artinya saya diizinkan," katanya.
Menurutnya, fenomena itu wajar dan yang terpenting jangan saling mengganggu, biarkan saja mereka karena antara manusia dan makhluk astral masing-masing berbeda alam.
"Cerita gaib babah mangkok dan siluman tikar di sungai Cijami telah turun-temurun terdengar dari generasi ke generasi," katanya mengakhiri pembicaraan.
Pewarta: deha.



Post a Comment