Kepala RA Sholihul Huda: Ini Pertama dan Senang terhadap Penjelasan Damkar


KUNINGAN,- Kepala RA Sholihul Huda, Desa Dukuhdalem, Kecamatan Ciawigebang, Imun Maemunah, mengatakan, sejak RA Sholihulhuda didirikan pada 2004, baru pertama anak didiknya berkunjung ke UPT Pemadam Kebakaran dan mendapatkan ilmu tentang bahaya kebakaran.



"Jumlah anak didik kami 45 tapi yang ikut ke sini 35, mereka diantar orang tua dan guru," sebut Imun, kepada kamangkaranews.com, Rabu (14/1/2026).

Menurutnya, anak-anak maupun orang tua merasa senang dengan penjelasan yang diberikan petugas Damkar mengenai bahaya kebakaran dan pencegahannya serta menjauhi binatang berbahaya sehingga menambah pengetahuan secara langsung.

"Terima kasih Damkar semoga seluruh pegawai dan pimpinan diberikan kesehatan maupun kemudahan dalam melaksanakan tugas penyelamatan," katanya.

Terpisah, Kepala UPT Damkar Andri Arga Kusumah, melalui telepon selulernya, mengatakan, memberikan pemahaman mengenai pencegahan dan bahaya kebakaran oleh petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Kuningan kepada anak sekolah merupakan kegiatan yang rutin.

"Seperti halnya anak-anak dari RA Sholihul Huda, Desa Dukuhdalem, Kecamatan Ciawigebang diberikan edukasi sosialisasi dan simulasi, didampingi orangtua murid dan guru," katanya.

Kegiatan itu sesuai surat Kepala RA Sholihul Huda, Desa Dukuhdalem, Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan nomor 022/RA.SH/01/2026 tanggal 8 Januari 2026 hal permohonan memberikan materi mitigasi kebakaran dan praktek di RA Sholihul Huda

UPT Damkar menyampaikan penjelasan tentang tugas pokok fungsi Damkar, pencegahan dan penanggulangan kebakaran serta simulasi penanganan kebakaran yang diakibatkan dari kebocoran tabung gas LPG kepada anak-anak dan guru. 

Dengan diberikannya sosialisasi bahaya kebakaran kepada anak-anak usia dini diharapkan mereka dapat memahami terhadap bahaya terjadinya kebakaran.

"Selain teori, mereka diberikan praktik langsung  bagaimana memadamkan api dengan air menggunakan selang pemadam kebakaran," kata Andri.

Ia berharap, orangtua murid sebaiknya mengawasi anak-anak agar menjauhi hal-hal yang dapat menimbulkan terjadinya kebakaran di rumahnya maupun tempat anak-anak bermain di lingkungannya. 

Termasuk pemahaman agar jangan mendekati binatang berbahaya, misalnya ular dan jika mereka melihat binatang tersebut di lingkungan sekolah agar segera memberitahukan kepada gurunya. 

"Kalau binatang itu berada di sekitar rumah secepatnya memberitahukan kepada orangtuanya atau orang yang lebih tua usianya," katanya.

Pewarta: deha.


Diberdayakan oleh Blogger.