Misteri Gua Meriam, Mitos atau Fakta?
KUNINGAN,- Setiap memperingati Hari Jadi Kuningan 1 September, salah satu kegiatan yang dilakukan masyarakat adalah arung jeram di saluran irigasi Surakatiga, di sebelah kiri jembatan Cisanggarung, warga biasa menyebutnya dam, berada di perbatasan Kelurahan Kuningan dan Citangtu, Kecamatan Kuningan.
Setiap peserta arung jeram duduk di atas ban dalam bekas kendaraan roda empat yang dimodifikasi menjadi pelampung, kemudian terbawa hanyut aliran irigasi Surakatiga dan berakhir di Kelurahan Winduhaji dengan jarak sekira beberapa ratus meter.
Di dekat lokasi dimulainya arung jeram, selintas tidak ada yang aneh, hanya terlihat rimbunan pohon dan bangunan tua.
Ketika wartawan kamangkaranews.com masih sekolah di SMP, sering mendengar cerita dari ibu kandung bahwa di sana terdapat Gua Meriam (ada juga yang menyebutnya Liang Bedil) yang hingga kini keberadaannya masih misteri.
Menurut ibu, dulu ketika Indonesia dijajah Belanda, gua itu oleh penjajah dijadikan tempat menyimpan harta benda berharga seperti emas dan lain sebagainya.
Bukan hanya itu, setelah Indonesia merdeka, cerita tentang Gua Meriam seakan "direkayasa" agar terkesan mistis. Kenapa demikian?, konon Gua Meriam dijaga siluman ular, sehingga tak ada orang yang berani mendekati lokasi itu.
Karena penasaran, wartawan datang ke sana, Kamis (5/2/2026) untuk mengambil foto dan video. Meskipun siang hari tapi suasananya sepi dan dingin. Bahkan saking takutnya harus diantar dua orang yang biasa mencari kerang (remis).
"Mungkin saja cerita itu sengaja dibuat tentara Belanda untuk menakut-nakuti warga pribumi agar harta yang mereka simpan aman dari incaran pemburu harta karun," kata Toto Kuro, warga Sawahwaru, yang dikenal mempunyai indera keenam, saat diminta pendapatnya.
Waktu terus berputar, zaman pun berubah namun belum terdengar ada orang yang pernah melihat Gua Meriam, apalagi keberadaan siluman ular di sana.
"Terlepas ada tidaknya siluman ular, bagi orang Muslim tidak boleh memungkiri adanya kehidupan alam gaib karena sesungguhnya Allah Subhanahu wa ta'ala menciptakan dua alam, yaitu alam nyata (dunia) dan alam gaib," imbuh Toto.
Hal itu terdapat dalam kitab suci Al-Qur’an, diantaranya Surat Al-Baqarah : 33 berbunyi “Sesungguhnya Aku mengetahui segala yang ghaib di langit dan di bumi dan Aku mengetahui apa yang kalian tampakkan dan apa yang kalian sembunyikan”.
Al-Qur’an sebagai kitab suci umat Islam dan sumber rujukan utama membahas berbagai hal dalam kehidupan, baik di dunia maupun di akhirat. Al-Qur’an juga sarat dengan penjelasan ilmu pengetahuan.
Salah satu pengetahuan yang diterangkan dalam Al-Qur’an ialah makhluk halus, baik malaikat, jin, hingga setan.
Kemudian Surat Adz Dzariyat ayat 56, Allah berfirman, “Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia, melainkan supaya mereka menyembah-Ku”.
Serta surat lainnya yaitu Surat Al Jinn, Surat Al An'am ayat 128, Surat Hud ayat 119 dan Surat Al Hijr ayat 26-27. Dari ayat tersebut sudah jelas bahwa jin bukanlah sekedar mitos atau sesuatu yang diragukan keberadaannya.
Pewarta: deha.



Post a Comment