Momen HUT PWI dan HPN, Bupati Kuningan: Pembangunan Tanpa Transparansi akan Rapuh dan Transparansi Tanpa Pers Dinilai Hampa


KUNINGAN- 9 Februari 2026 merupakan Hari Pers Nasional (HPN) dan HUT ke-80 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).

Pada kesempatan tersebut Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, hadir dalam acara syukuran dan doa bersama HUT ke-80 PWI di Sekretariat PWI, jalan Moh. Yamin, Kedungarum, Kuningan, Sabtu (14/2/2026).

Bupati berpesan agar PWI tetap menjadi organisasi yang konstruktif terhadap pembangunan secara menyeluruh.

"Saya minta daya nalar wartawan yang kritis itu dituangkan dalam tulisan maupun karya yang melimpah dan menghindari berita yang bising. Dalam artian mengkaji dulu informasi yang bernarasi negatif, penuh hasut dan kebencian. Jangan memunculkan berita yang jauh dari fakta di lapangan," pintanya.

Menurutnya, PWI itu adalah lokomotifnya wartawan. Wartawan identik dengan PWI, maka PWI harus benar-benar bisa menjaga marwah profesinya, menyajikan berita yang akurat, kritik yang konstruktif.

"Saya lihat PWI selama ini cukup bijak dalam menyikapi persoalan yang ada di Kuningan dan tolong pengalaman ini tularkan kepada yang lain. Jangan memandang pers itu sebagai lawan atau kompetitor tapi harus saling menguatkan," katanya.

Ia juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada PWI atas aksi kepeduliannya dalam moment HPN dan HUT PWI.

"Apapun yg terjadi, Saya salut ke PWI. Dibalik sibuknya berkutat mencari informasi dan menuangkannya dalam sebuah berita tapi masih ada kepedulian dan kepedulian di usianya yang ke 80, yang mana usia yang tidak muda lagi tapi masih energik dan peduli untuk lingkungan dengan aksi menanam pohon, mudah-mudahan bisa menjadi sumbangsih untuk lingkungan dan pembangunan Kuningan," katanya.

Dalam kesempatan itu pula, Bupati menyampaikan pesan untuk sama-sama menjaga integritas dan tentunya transparansi juga harus diterapkan dan ada hubungan equal partnership (hubungan yang seimbang).

"Saya akui, selama satu tahun kepemimpinan saya dan Bu Tuti masih banyak kelemahan dan kekurangannya. Kemiskinan dan pengangguran misalnya, masih ada, memang masih ada, tapi angkanya menurun. Jadi tolong kepada PWI berikan narasi yang seimbang. Pembangunan tanpa transparansi akan rapuh, transparansi tanpa Pers pun akan hampa, " tegasnya.





Sementara itu, Ketua PWI Kuningan, Nunung Khazanah dalam sambutannya menyampaikan, HUT ke-80 PWI dan HPN 2026, PWI Kuningan menggelar beberapa kegiatan, diantaranya, ziarah ke makam wartawan anggota PWI, PWI Peduli Lingkungan dengan menanam 300 bibit jenis manglid, katapang dan jambu di seputar kawasan sumber mata air di Blok Wangun Desa Sukamukti Jalaksana, dan syukuran di Sekretariat PWI, pada Sabtu 14 Februari 2026.

Alasan melakukan aksi penanaman pohon, menurut Nunung, sebagai salah satu bentuk sumbangsih dari PWI terhadap kepedulian lingkungan yang kondisi saat yang mengalami krisis prilaku ekologis. Diharapkan melalui aksi yang bekerjasama dengan Gema Jabar Hejo, Perhutani dan BTNGC tersebut bisa menularkannya kepada masyarakat, terutama ajakan melalui publikasi.

"Karena menjaga alam dan memeliharanya adalah tanggung jawab kita semua dan saya atas nama PWI tak lupa mengucapkan terima kasih kepada Wakil Bupati Kuningan, Ibu Tuti Andriani, Ibu Sri Laelasari Pembina Gema Jabar Hejo, Perhutani, BTNGC dan semua pihak yang telah ikut dalam kegiatan penanaman pohon," pungkasnya. (*)


Diberdayakan oleh Blogger.