Keluarga Ikin Pernah Didatangi Kuda dari Alam Gaib
KUNINGAN,- Ikin Rajikin (48) yang bekerja sebagai penjaga sekolah di SD Negeri Cigintung, Kelurahan Cigintung, Kecamatan, Kuningan, Kabupaten Kuningan, mengaku pernah didatangi kuda dari alam gaib.
"Kejadiannya sudah lama tapi waktu itu malam jumat, jamnya lupa lagi, saya berada di dalam rumah yang lokasinya di belakang kantor Kelurahan Cigintung, tiba-tiba dari luar saya mendengar suara telapak kaki kuda dan bunyi loncengnya," kata Ikin didampingi isterinya, kepada kamangkaranews.com, Sabtu (3/1/2026).
Ditanya apakah di Kelurahan Cigintung ada kandang kuda ?, ia menjawab tidak ada.
Namun ia teringat tanpa sengaja pernah menginjakkan kakinya di suatu tempat di lingkungan Cigintung yang banyak airnya dan terlihat ada kolam kecil.
"Menurut cerita orang tua, dulunya adalah tempat memandikan kuda yang biasanya digunakan sebagai delman," ujarnya.
Ikin melanjutkan ceritanya, pada malam itu suara telapak kuda dan loncengnya juga terdengar jelas oleh bapaknya maupun istrinya. Ia pun menghampiri bapaknya yang sedang berada di kamar tidur ingin tahu apa yang ia dengar.
"Bapak saya melarang saya keluar rumah, katanya itu adalah jurig (siluman) kuda, namun entah kenapa saya merasa sangat penasaran ingin melihatnya dan ketika mau membuka pintu, tangan saya ditarik oleh isteri saya," kata Ikin.
Selang beberapa menit, masih kata Ikin, suara itu pun tiba-tiba menghilang.
Setelah kejadian itu, anak Ikin yang baru berumur dua tahun, setiap menjelang Maghrib selalu rewel dan terkadang menangis.
"Bapak saya menyuruh saya agar memukul-mukul seluruh dinding rumah menggunakan sapu lidi sambil berdoa dan sejak itu suara telapak kuda dan bunyi loncengnya tidak terdengar lagi," katanya.
Dua tahun kemudian, ia bersama istri dan anaknya pindah ke rumah mertuanya di sebelah timur gedung SD Negeri Cigintung.
Namun, kejadian itu terulang kembali. Diawali tiupan angin kencang di luar rumah, terdengar seperti gemuruh badai disertai suara gemersik daun dari pohon.
"Kalau tidak salah, pada waktu itu antara malam Jumat atau malam Sabtu," katanya.
Anehnya, setelah didatangi siluman kuda, setiap Maghrib, anaknya selalu minta jalan-jalan naik delman dan jika tidak dituruti, maka anaknya memperlihatkan raut muka yang sedang marah dan selalu gelisah tidak pernah diam.
"Bayangkan, hampir satu tahun, tiap Maghrib saya harus menemani anak saya jalan-jalan naik delman," katanya.
Selesai shalat Maghrib menjelang Isya, bapaknya, mertuanya dan isterinya selalu membaca Al-Qur'an. Sekarang ia bersama keluarganya tidak lagi didatangi kuda dari alam gaib.
Menurut Ikin, apa yang diceritakannya itu bukan bohong tapi benar-benar terjadi karena saksinya banyak yaitu istrinya, bapaknya dan mertuanya.
"Untuk apa saya berbohong karena tidak ada gunanya," katanya.
Karena sesungguhnya Allah Subhanallahu Wa ta’ala menciptakan alam itu ada dua yaitu alam nyata maupun ghoib dan sudah ada penjelasan dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 33 maupun Surat Adz Dzariyat ayat 56, salah satu pengetahuan yang diterangkan Al-Qur’an ialah makhluk halus, baik malaikat, jin, hingga setan.
Pewarta: deha.





Post a Comment