Rumput di Trotoar Dibiarkan Tumbuh, Layakkah Kuningan Dapat Sertifikat Adipura?
KUNINGAN (KN),- Di sepanjang jalan lingkar Soekarno-Hatta, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, terdapat pemandangan yang mengusik mata. Pasalnya ada beberapa titik trotoar di sana ditumbuhi rumput liar dan seolah-olah dibiarkan begitu saja oleh dinas terkait.
Hal itu menuai kritik dan pertanyaan. Layakkah Kuningan mendapat Sertifikat Adipura?. Seperti yang diungkapkan salah seorang warga masyarakat yang merupakan Pemerhati Sosial dan Kebijakan Publik, H.R. Ayip Syarip Rahmat, saat diminta pendapatnya, Jumat (17/4/2026).
"Kondisi tersebut bertentangan dengan apa yang telah diterima Pemkab Kuningan berupa Sertifikat Adipura beberapa tahun yang lalu," katanya kepada kamangkaranews.com.
Penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia saat acara Penghargaan Piala Adipura Tahun 2023 di Auditorium Dr. Soedjarwo, Gedung Manggala Warnabakti, Gatot Subroto-Jakarta Pusat, Selasa (5/3/2024).
Lebih lanjut dikatakan, Sertifikat Adipura diberikan kepada Kabupaten Kuningan karena dinilai berprestasi atas kinerja pengelolaan sampah dan ruang terbuka hijau wilayah kota.
"Meskipun saat itu yang menerima Sertifikat Adipura adalah penjabat Bupati Kuningan namun secara legitimate merupakan penghargaan kenegaraan kepada Pemerintah Daerah Kuningan," katanya.
Terlepas dari kewenangan siapa dan tanggung jawab SKPD mana, ia berharap rumput di trotoar yang ada di jalan lingkar Soekarno-Hatta segera dibersihkan karena mengganggu keindahan.
Selain itu pula, persoalan sampah termasuk Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPSS) di pinggir jalan banyak yang amburadul dan jika hujan sampah itu terbawa air berceceran menutupi jalan menimbulkan polusi udara, sehingga kondisi Kabupaten Kuningan menjadi kumuh.
Menurutnya sangat ironis karena jalan Soekarno-Hatta sering dilewati kendaraan dinas Bupati dan Wakil Bupati Kuningan serta pejabat Setda Kuningan, dari dan menuju gedung Pemda.
"Seperti peribahasa 'Gajah di pelupuk mata tak nampak, semut di seberang lautan kelihatan', ini sangat kontradiktif dengan visi misi Kuningan Melesat karena bagaimana bisa melesat jika kebersihan infrastruktur saja tidak terurus?," tandasnya.
Pewarta: deha.








Post a Comment