BUMDes Mekar Jaya Jagara Layak Dicontoh, Mampu Beri Kontribusi Ratusan Juta terhadap PADes dan Pajak Korporasi
KUNINGAN (KN),- Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mekar Jaya Desa Jagara, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan, memang layak dicontoh oleh BUMDes lainnya karena mampu mengembangkan dan mengelola potensi beberapa daya tarik wisata, begitu pun daya tarik wisata yang dikelola oleh pengelola destinasi di Jagara.
Kenapa tidak, sejak dipimpin Sofian, 14 November 2022, BUMDes ini mampu memberikan kontribusi terhadap pendapatan desa hingga ratusan juta rupiah dari usaha ekonomi yang dikelolanya.
"Pada 2023 kami memberikan 19,7 jutaan, 2024 kami memberikan kontribusi pendapatan ke desa Rp128.000.000 dan 2025 Rp444.000.000 ke desa, selain itu juga kami mendorong untuk memberikan pajak korporasi 10 persen dari parkir Waduk Darma, 10% tiket masuk Waduk Darma (PT Jaswita Jabar) serta pajak makanan dan minuman," sebut Direktur BUMDes Mekar Jaya, Sofian, kepada kamangkaranews.com, di Sekretariat BUMDes setempat, Minggu (29/3/2026).
Lebih lanjut dikatakan, dari Jagara Eco Park dan dan beberapa resto yang ada di Jagara, ia menyetorkanmya ke Bappenda Kuningan.
"Artiinya, hadirnya Desa Wisata Jagara selain memberikan dampak meningkatkan ekonomi masarakat desa ternyata mampu berkontribusi secara langsung dan tidak langsung terhadap pembangunan di Kabupaten Kuningan," katanya.
Dijelaskan, usaha yang dikelola BUMDes Mekar Jaya, terdiri dari, wahana atraksi air, Dermaga Perahu depan Eco Park dan Taman Desa, ATV, Sepeda Listrik, Offroad dan Onroad serta wahana bermain anak dan ke depan ia sudah menyiapkan inovasi-inovasi baru.
"Kami selalu berinovasi itu bisa menimbulkan dampak pendapatan untuk BUMDes Mekar Jaya dan memberikan pemberdayaan terhadap masyarakat desa karena di Desa Jagara ada potensi dan sumber daya alam air Waduk Darma yang dikelilingi 8 desa," katanya.
Menurutnya, potensi alam air bisa memberikan dampak manfaat untuk peningkatan ekonomi masyarakat desa dan berusaha memberika PADes sesuai PP 11 tahun 2021 bahwa hadirnya Bumdes harus bisa menggali potensi dan memanfaatkan potensi tersebut.
Pada 2026 dengan adanya pengurangan anggaran dana desa ini yang sangat serius. Bagaimana BUMDes ke depan bisa memberikan PADes yang sangat besar terhadap desa sebagai penggantinya dana desa yang besok di kemudian hari selalu dikurangi pemerintah.
BUMDes Mekar Jaya sejak 2023 selalu berusaha dan telah membuat program konsep bagaimana bisa mengelola potensi-potensi yang ada.
"Alhamdulillah pada 2023 kami selama 4 bulan sudah bisa memberikan kontribusi PADes senilai 20 juta dengan penyertaan modal dari desa senilai 27 juta dan kami punya keinginan kuat agar di Desa Jagara sebagai salah satu desa wisata," katanya.
Hal itu bukan hanya untuk pendapatan sektor pariwisata tetapi membuka peluang potensi pangsa pasar ketika masyarakat bisa memproduksi dan yang kedua adalah membuka peluang daya tarik pariwisata.
Pola Kolaborasi dengan masyarakat desa maka tidak adanya ketergantungan terhadap penyertaan modal dari Dana Desa karena ia pun sangat paham keterbatasan Dana Desa sekarang apalagi regulasinya yang udah diatur oleh pemerintah artinya ia harus pintar-pintar memikirkan dan akhirnya mengambil strategi.
"Alhamdulillah di tahun 2025 kemarin kami sudah bisa memberikan pemberdayaan terhadap masyarakat desa sebanyak 483 orang yaitu kami membuka pasar kreatif di kawasan jalan Desa Jagara hingga Eco Park dengan jumlah 234 para pelaku UMKM, mereka bisa berjualan yang terdiri dari warga masyarakat lokal 90% dan 10% dari luar Jagara, sisanya masyarakat kami bergerak di jasa pariwisata," katanya.
Ia berharap, bisa memberikan dampak positip serta inspirasi kepada BUMDes lainnya dan upaya yang telah dilakukan Bumdes Mekar Jaya Jagara telah membuahkan hasil dengan diraihnya penghargaan Juara 1 LDWN Kategori Desa Maju Mandiri pada 2025 yang diselenggarakan di Boyolali.
Mudah-mudahan, lanjut dia, ini sebagai modal besar di kemudian hari dan berharap warga masyarakat desa tidak harus mencari pekerjaan tapi mereka bisa membuka peluang pekerjaan di desa sendiri dengan memanfaatkan potensi yang ada di Desa Jagara.
Pada 2026 ini dengan beberapa prestasi yang diraih oleh Pemerintah Desa, begitu pun dengan BUMDes Mekar Jaya ingin menyelesaikan semua konsep, bagaimana menata Desa Jagara ini sebagai salah satu destinasi desa wisata unggulan di Kabupaten Kuningan.
Disebutkan, program tersebut terdiri dari, Penataan Taman Desa Jagara sebagai area hijau dan pusat UMKM terdapat bazar UMKM atau sebutan kerennya Pujasera UMKM Taman Desa Jagara.
Kemudian yang kedua, penataan UMKM yang sekarang berjejeran di pinggir jalan dan itu sudah dimulai kemarin di 2025 yaitu pembangunan Food Court seperti yang di samping Balai Desa merupakan salah satu strategi yang dicanangkan Pemdes Jagara dan Bumdes Mekar Jaya Jagara
Kalau semuanya sudah ditata maka tidak akan terjadi kemacetan dan bisa memberikan kenyamanan maupun keindahan di area wisata yang ada di Desa Jagara.
Lebih lanjut ia menjelaskan, pada 2026 akan terfokus pengembangan adanya resto terapung, wisata edukasi glamping di bukit dan pengelolaan sampah menjadi nilai ekonomis yang tinggi
"Sedangkan 2027, potensi pulau yang di tengah akan dikembangkan menjadi wisata religi, saya juga diberikan kepercayaan untuk mengelola Forum BUMDes Kabupaten Kuningan," kata Sofian yang dipercaya sebagai Ketua Umum Forum BUMDes Kabupaten Kuningan.
Di akhir perbincangan, ia mengatakan, hadirnya Koperasi Merah Putih Desa Jagara bisa berkolaborasi karena masih banyak potensi yang bisa dikelola dan ia berharap dapat memberikan support yang lebih terutama pemberdayaan masyarakat.
"Selain itu juga bisa lebih mendorong lagi terhadap para pelaku UMKM atau membantu dalam sistem penjualan atau promosi tentang produk-produk yang ada di Desa Jagara oleh Koperasi Merah Putih," pungkasnya.
Pewarta: deha.









Post a Comment