BTNGC Jelaskan Tata Cara Pendakian Gunung Ciremai



KUNINGAN (KN),- Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC) Kabupaten Kuningan, dalam Siaran Pers Nomor : SP. 02/T.33/TU/HMS/1/2022, Jumat (11/2/2022) menjelaskan Tata Cara Pendakian di Gunung Ciremai.   
 
Koordinator Urusan Promosi Pemasaran dan Kehumasan, Adi, 
mengatakan, Gunung Ciremai yang merupakan gunung tertinggi di Provinsi Jawa Barat dengan ketinggian 3.078 mdpl menjadi daya tarik para pendaki untuk melakukan petualangan ke puncaknya.
 
"Sebagai salah satu upaya peningkatan pelayanan terhadap pengunjung, Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) terus berupaya melakukan pembenahan dan penataan dalam hal pengelolaan pendakian," katanya.
 
Adapun upaya pembenahan ini telah dilakukan sejak tahun 2019, diantaranya dengan pendaftaran pendakian dengan booking online dan mekanisme registrasi di base camp pintu masuk jalur pendakian.
 
"Sebelumnya, pendaftaran booking online melalui google form. Mulai tahun 2022 telah beralih ke website dalam tahapan uji coba," katanya.
 
Calon pendaki yang akan melakukan pendakian Gunung Ciremai diharapkan mempersiapkan diri secara matang mulai dari jadwal pendakian, perlengkapan regu dan pribadi yang harus dibawa, kartu identitas, biaya pendakian dan akomodasi.
 
Senada dengan dengan itu, Admin Booking Online, Apip, menambahkan, pendaftaran dapat dilakukan melalui www.bookingciremai.menlhk.go.id.

Pendaftaran secara online ini paling lambat H-1 sebelum rencana jadwal pendakian, artinya tidak ada istilah mendadak atau dadakan langsung ke base camp pada hari H. setelah calon pendaki melakukan pendaftaran secara online dengan jumlah minimal empat orang.
  
“Calon pendaki mengisi data diri, menentukan jadwal pendakian, memilih transit camp dan nomor kaplingnya, melakukan pembayaran PNBP sesuai dengan yang tercantum pada website, konfirmasi pembayaran dan mendapatkan kode booking,” jelas Apip,
 
Setelah menerima kode booking, calon pendaki datang ke base camp pintu masuk jalur pendakian untuk melakukan registrasi.
 
Sebelum melakukan registrasi, calon pendaki melakukan pemeriksaan kesehatan yang telah disediakan di base camp, registrasi ulang sekaligus melakukan pembayaran jasa pemanduan dan asuransi, safety talk, repacking dan boarding in.
 
Pada boarding in, calon pendaki akan menerima gelang identitas pendaki. Gelang identitas ini berfungsi sebagai identitas pendaki yang sudah menempuh mekanisme yang benar.
 
Peminjaman gelang identitas pendaki ini dengan jaminan kartu identitas asli, apabila hilang maka harus mengganti sebesar Rp50.000.
 
“Bagi para pendaki yang ditemukan tidak memakai gelang, maka diindikasikan pendaki tersebut ilegal dan akan menerima sanksi sesuai dengan prosedur tetap pendakian Gunung Ciremai,” tegas Kepala BTNGC, Teguh Setiawan.
 
Setiap jalur pendakian warna gelangnya tidak sama, hal itu untuk memudahkan dalam mencocokkan asal pendakian. Warna gelang biru untuk JP Apuy, warna gelang orange JP Palutungan, warna gelang merah JP Linggasana dan warna gelang hijau JP Linggajati.
 
Ketika boarding out, imbuh Teguh, gelang ini harus dikembalikan, secara bersamaan dengan pengembalian kartu identitas pendaki.
 
Ia pun mengingatkan agar sampah diserahkan kepada pengelola sesuai dengan potensi sampah yang dibawa pendaki. Bagi pendaki yang tidak membawa sampah maka tidak dapat menerima e-sertifikat yang langsung dikirim ke email.
 
"Yuk menjadi pendaki yang cerdas, bijak dan bertanggung jawab terhadap sumber daya alam hayati dan ekosistem Taman Nasional Gunung Ciremai,” ajak Teguh.(*)
 
Penanggung jawab berita : Koordinator Urusan Promosi, Pemasaran dan Kehumasan 081392636363
 

Diberdayakan oleh Blogger.