Sri Laelasari Apresiasi Lapas Kelas II A Kuningan Produktif terhadap Ketahanan Pangan


KUNINGAN, - Pembina Tani Merdeka Indonesia (TMI) Kabupaten Kuningan, Sri Laelasari, mengatakan, upaya yang yang dilakukan Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kuningan merupakan langkah konkrit yang bagus dan inovatif terhadap program ketahanan pangan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

"Di sekitar halaman lapas tadi saya lihat banyak budi daya pertanian, perikanan dan peternakan," kata Sri, kepada kamangkaranews.com, usai seremoni penandatanganan MoU antara Lapas dengan TMI, Dinas Kesehatan, Universitas Kuningan, Politeknik Kesehatan KMC, Puskesmas Cijoho dan Puskesmas Lamepayung, di aula Lapas Kelas IIA Kuningan, Selasa (9/6/2026).

Selain pemanfaatan lahan, imbuhnya, di Lapas tersebut terdapat pemberdayaan UMKM warga binaan berupa kerajinan membuat peci bermotif batik khas Kuningan dan produknya layak jual ke pasaran serta pembuatan roti.

Pemberdayaan ekonomi kepada warga binaan, bukan hanya dilatih agar mereka mempunyai keahlian dan bisa mandiri setelah bebas dari hukuman tetapi uang dari hasil budi daya pertanian, perikanan dan peternakan, warga binaan mendapat sharing agar kelak mempunyai modal usaha.

Ia berharap, ke depan hasil budi daya pertanian, perikanan dan peternakan bukan hanya dijual ke pasaran umum namun bisa berkolaborasi dengan Koperasi Merah Putih dan dapur MBG.




"Saya lihat dapur sehat di Lapas sangat bagus, bersih dan menu makanan yang ada sesuai dengan standar gizi kesehatan," kata Sri yang juga anggota Komisi II DPRD Kabupaten Kuningan itu.

Bukan hanya itu, ia pun sempat melihat ruang poliklinik serta mendapat penjelasan mengenai jadwal dokter untuk menangani warga binaan yang mengalami sakit. Ia pun mengaku kagum dengan layanan kesehatan kepada warga binaan.





Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Kuningan, Sukarno Ali, mengatakan, pemanfaatan lahan untuk budi daya pertanian, perikanan dan peternakan di sekitar Lapas merupakan upaya mendukung program ketahanan pangan di Kabupaten Kuningan.

Terkait MoU dengan berbagai instansi, ia menjelaskan, keberadaan dapur sehat yang baru saja diresmikan sebagai salah satu peningkatan layanan makanan bagi warga binaan.

"Kita mengutamakan kesehatan warga binaan dan mereka juga diberikan kegiatan produktif di bidang pertanian, perikanam dan peternakan agar nanti setelah bebas mempunyai keahlian dan bisa mandiri," katanya.

Bahkan, lanjutnya, warga binaan mendapat sharing (pembagian uang) dari hasil penjualan usaha budi daya pertanian, perikanan, peternakan dan kerajinan pembuatan peci serta produksi roti.

Pewarta: deha.

Diberdayakan oleh Blogger.