Mahasiswa Uniku Pameran Postcard di Swiss

Foto : Humas Uniku.


KUNINGAN,- Delapan mahasiswa dan satu orang dosen Program Studi (Prodi) Design Komunikasi Visual (DKV) Fakultas Ilmu Komputer (FKOM) Universitas Kuningan (UNIKU) berhasil lolos kurasi dan mengikuti pameran “Postcard from Indonesia” di Swiss.


Dilansir dari Humas Uniku, Selasa (21/3/2023) pemeran itu berlangsung Jum’at (10/3). Sedangkan delapan mahasiswa  tersebut yaitu M. Fadhil Fahrianto, Geral Dwi Cahyo, M. Hiqbal, Rizandi Firdaus, Rizki Pajarudin, Alfiq Haikal, Diandra Mauludin, dan Dicky Febiano Iskandar serta satu dosen yakni Azhar N. Ahdiyat.


Pameran ini diinisiasi oleh Connected Art Platform, sebuah ekosistem platform seni yang menjembatani hubungan antara seniman dengan penikmatnya di pasar dunia global.


Di pameran “Postcards from Indonesia” (PFI) seri pertama ini, total telah terpilih 60 karya yang dipamerkan di Siggenthal Pastoralraum, Swiss. Karya-karya postcard yang terpilih dipresentasikan dalam bentuk Digital Art Shuffle Show (DASS) dan Postcard Exhibition.


Dikutip dari media sosial Connected Art Platform (CAP), jika keberagaman Indonesia yang biasanya diketahui oleh orang-orang di Swiss hanya dari jenis makanan dan tarian budayanya, maka kali ini “Postcards from Indonesia” berupaya menunjukan sisi “Magnificent” Indonesia yang kreatif dan inovatif melalui kehidupan sehari-hari masyarakatnya yang ternyata selaras dengan banyak hal di Eropa.


Tatanan kehidupan harmoni dengan alam yang sudah dimiliki Indonesia ternyata selaras dengan perkembangan permakultur di dunia. Selain itu, gaya hidup vegetarian yang sedang marak di Eropa ternyata sudah dimiliki oleh masyarakat lokal sejak nenek moyang, juga kehidupan luar biasa di dunia bawah laut Indonesia terkait keindahan biota lautnya.


Tidak ketinggalan, sumber daya manusia kreatif dan inovatif yang sangat luar biasa, terbukti dari beberapa seniman dan partisipan di setiap acara yang selama ini CAP selenggarakan dan organize, seperti halnya Media Art Globale Festival, dimana para artis dan inovator dari berbagai belahan dunia juga berpartisipasi, sehingga ini menjadi salah satu ajang untuk menunjukan Indonesia yang maju pemikiran dan kinerjanya.


Pada malam pembukaan yang digelar pukul 18.00-22.00 CET, di luar dugaan, pameran sederhana PFI Swiss ini penuh sesak dan hampir semua orang tetap tinggal sampai akhir acara. Para pengunjung sangat antusias untuk mengetahui PFI dan memberikan pendapat juga beberapa dari mereka bertanya apakah postcard tersebut dijual atau tidak.


"Mereka sangat mengapresiasi karya seni dalam Postcards tersebut. Sangat indah, menggemaskan, unik dan sebagainya," ungkap Azhar.


Bagi Azhar, keterlibatan civitas akademika Uniku dalam kegiatan internasional seperti ini menjadi nilai tambah untuk pengalaman dan prestasi mahasiswa yang sekaligus ikut memberikan citra yang baik bagi program studi, fakultas dan universitas. (*).

Diberdayakan oleh Blogger.