Diesel One Solidarity Community Gelar Coaching Clinic



JAKARTA (KN),- Diesel One Solidarity Community melaksanakan Coaching Clinic bertema human rights menghadirkan narasumber Nukila Evanty, Jakarta, Kamis (23/6/2022).

Nukila merupakan Anggota Dewan Penasehat di Business and Human Rights Centre (BHRIGHT) di Universitas RMIT di Australia, juga Anggota Dewan Penasehat pada Asia Centre di Bangkok, Thailand.

Ia menyampaikan materi diantaranya mengenai business dan gender. Gender merupakan konstruksi/perubahan social antara peran laki-laki dan perempuan. 

Dikatakan, dahulu perempuan hanya di dapur, laki-laki hanya kerja. Sekarang zaman sudah berubah, bisa berlaku sebaliknya. Itulah yang disebut dengan konstruksi gender atau peran.

Hal yang perlu diperhatikan oleh perusahaan terkait gender, yaitu kesetaraan gaji antara laki-laki dan perempuan, perlakuan yang sama, promosi, kesempatan untuk training dan pelatihan yang sama.

"Serta.aktivitas rekreasi yang sama. Penting dalam perusahaan menerapkan perlakuan yang adil, tidak dilihat dari status, jenis kelamin dan latar belakangnya," katanya.

Oleh karena itu, imbuhnya, penting untuk perusahaan menyediakan fasilitas untuk karyawan mendapatkan pelatihan dan konsultasi, karena kesehatan mental akan berpengaruh pada semangat kerja dan akan menentukan naik atau turunnya produktivitas setiap karyawan. 

Sementara itu, Corporate Secretary Diesel One Group, Ayuningtyas Widari Ramdhaniar, mengatakan, kegiatan tersebut direspon positif oleh para peserta, dilihat dari banyaknya yang melakukan sesi sharing maupun tanya jawab.

Lebih lanjut dikatakan, hal ini merupakan kegiatan kedua yang dilakukan oleh Corporate Secretary Diesel One Group.

“Saya berharap kegiatan ini dapat membuka wawasan yang lain di sela-sela pekerjaan sehari-hari peserta, agar tidak jenuh dan seperti handphone perlu direfresh sesekali waktu, agar produktifitas mereka lebih meningkat dan tercerahkan,” papar Tyas lulusan S2 Universitas Indonesia FISIP jurusan Kesejahteraan Sosial dan Otonomi Daerah tersebut. 

Terpisah, Founder dari Diesel One Solidarity,  Dicky Yohanes, saat dihubungi telepon selulernya mengatakan, sangat  berkomitmen menyelenggarakan hal-hal yang dapat meningkatkan kemampuan komunitas ini melalui yayasan Diesel Utama Solidaritas dan Yayasan SKM akan selalu mensupport diesel one solidarity community yang baru terbentuk di tahun 2022 ini.

"Sebelumnya kegiatan kami terlalu eksklusif dan dimulai pada tahun ini, kami bersepakat untuk menjalankan kegiatan yang lebih inklusif, sesuai dengan perkembangan zaman dan peraturan yang berlaku,” kata Dicky Yohanes selaku social entrepreneur. (*)


Diberdayakan oleh Blogger.