Kasus COVID-19 Turun, Sekda Ajak Masyarakat Tetap Terapkan Prokes dan Waspada


KUNINGAN (KN),- Meskipun kasus COVID-19 di Kabupaten Kuningan saat ini jumlahnya sudah menurun dan berada di level 2, Sekda Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, mengajak masyarakat agar tetap menerapkan prokes (protokol kesehatan) dan selalu waspada.
 
“Seluruh masyarakat Kuningan diharapkan untuk menjaga pola hidup sehat, seimbang dan jangan lupa selalu mengutamakan 5M,” kata Dian, kepada Ketua PWI Kabupaten Kuningan, melalui telepon selularnya, Sabtu (25/9/2021) malam.
 
Menurutnya, masyarakat tetap perlu disadarkan, bahwa menjaga protokol kesehatan adalah modal untuk tetap hidup sehat dan produktif, walaupun COVID-19 masih ada.
 
“Yang namanya virus itu tidak terlihat oleh mata telanjang kita dan kita tidak tahu virus tersebut akan menyerang kita atau kepada siapa dan yang pasti kita "terpaksa" hidup berdampingan dengan virus tersebut,” kata Dian yang pernah tertular COVID-19.
 
Dijelaskan, skematik Pemkab Kuningan dalam penanganan COVID-19 yaitu ada kegiatan non medis, operasi kepatuhan, pembatasan kegiatan masyarakat dan penetapan status siaga darurat COVID-19.
 
Semua itu dituangkan dalam berbagai macam kebijakan daerah, seperti peraturan bupati, keputusan bupati dan surat edaran sebagai acuan dan pelaksanaan teknis dalam rangka pengendalian dan menekan angka penyebaran COVID-19.
 
Kebijakan daerah diimplementasikan dalam berbagai kegiatan, diantaranya, aktivasi posko crisis center, pos chek point, kawasan wilayah parsial, optimalisasi posko satgas SKPD, kecamatan, desa dan kelurahan.
 
Kemudian, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Perpanjangan 1 dan 2 PSBB, PSBB Proporsional serta Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM).
 
“Termasuk Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), koordinasi lintas sektor, pelaksanaan operasi kepatuhan, yustisi dan non yustisi, sosialisasi dan optimalisasi penerapan 5M, gaya hidup sehat sesuai dengan  prokes,” katanya.
 
Sedangkan dari penanganan kasus (medis), peningkatan kegiatan surveilans antara lain identifikasi dan pemantauan kontak, rujukan, komunikasi risiko dan pemutusan rantai penularan.
 
Upaya lainnya yaitu optimalisasi pelaksanaan testing tracing, treatment dan penambahan  kapasitas  rumah sakit rujukan penanganan COVID-19 maupun penyediaan tempat isolasi terpadu (tempat BKPSDM).

Selain itu, imbuh Sekda, adanya penyediaan APD dan pendukung bagi satgas desa, kelurahan dan kecamatan, pembagian masker hand sanitizer, disinfektan dan lainnya.
 
“Pelaksanaan vaksinasi pun dilaksanakan oleh semua SKPD, TNI/Polri, komunitas dan seluruh unsur masyarakat, di bawah fasilitasi dan koordinasi Dinas Kesehatan dan Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Kuningan,” jelasnya.
 
Pemulihan Fokus di Ekonomi
Dampak dari pandemi tentunya memukul semua sektor dan recovery pun dilakukan Pemkab Kuningan direncanakan menyasar sejumlah sektor. Untuk 2021, pemulihan akan difokuskan kepada ekonomi.
 
Pemkab Kuningan telah mencoba untuk upaya pemulihan ekonomi paska Pandemi COVID-19 telah diarahkan pada beberapa program.
 
Program tersebut diantaranya, penguatan  ketahanan pangan daerah, peningkatan program perlindungan sosial, dukungan kepada pelaku UMKM, pemulihan sektor industri pariwisata, peningkatan fasilitas kesehatan, penyiapan tenaga kerja mandiri dan Padat Karya Tunai Desa (PKTD).
 
“Skenario pemulihan ekonomi diarahkan pada upaya meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat  di sektor UMKM, pariwisata dan pertanian,” katanya.
 
Adapun bentuk kegiatannya yaitu pemberian bantuan modal UMKM, promosi pariwisata serta peningkatan kesiapan objek wisata melaksanakan prokes. 

"Ini yang sangat penting ditekankan, karena kerumunan yang paling banyak adalah di objek wisata," ujarnya.

Sedangkan untuk tenaga kerja, adanya pemberian pelatihan kerja bagi tenaga kerja produktif yang menganggur, serta meningkatkan program PTKD dalam kegiatan infrastruktur. 
 
“Selain tentunya, tetap disiapkan bantuan sosial dan fasilitas kesehatan untuk mencegah COVID-19,” tandasnya. ***

Diberdayakan oleh Blogger.