Sri Laelasari Berharap Pemda Kuningan Peduli terhadap Pendidikan Anak Disabilitas Berbasis Swasta
KUNINGAN (KN),- Aktivis Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Kuningan, Sri Laelasari, berharap Pemda Kuningan peduli terhadap pendidikan anak-anak disabilitas yang dikelola berbasis swasta, diantaranya Rumah Tumbuh Kembang Ananda.
Hal itu dikatakan Sri usai menghadiri kegiatan Kreasi Rumah Tumbuh Kembang Ananda (RTKA) di Gedung Serba Guna Desa Sadamantra, Kecamatan Jalaksana, Sabtu (5/9/2026).
"Tadi saya melihat para orangtua yang hebat dan luar biasa, termasuk pengelola RTKA yang begitu sabar dalam mendidik anak-anak disabilitas karena anak-anak itu punya keinginan dan harapan dengan menampilkan kreasi mereka," kata Sri, kepada kamangkaranews.com.
Menurutnya, keberadaan anak-anak disabilitas perlu penguatan, baik secara moral, sosial dan psikologis agar tumbuh kembang anak bisa menjadi lebih baik, apalagi dari sosok seorang ibu bidan merasakan dari hati ke hati.
"Kehadiran mereka harus lebih diprioritaskan dan saya pun sering berkunjung bertemu dengan anak-anak, saya akan sampaikan kepada Pemda Kuningan mewakili negara untuk serius melindungi dan membantu anak-anak disabilitas, bahkan kemarin pengelola RTK Ananda pernah curhat ke Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM)," katanya.
Sri berjanji akan menyampaikan juga kepada Pemda Kuningan agar memperhatikan dan memberikan solusi karena Rumah Tumbuh Kembang Ananda karena belum pernah mendapat bantuan.
Sri Laelasari yang juga anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Kuningan itu, menambahkan, mungkin Dinas Sosial juga baru tahu mengenai pendidikan anak-anak disabilitas yang dilakukan Rumah Tumbuh Kembang Ananda, ia akan mendorong membantu untuk mempercepat mendapatkan bantuan dari Pemda Kuningan.
"Persoalan anak-anak di Kabupaten Kuningan bukan hanya stunting namun pendidikan anak disabilitas yang dilakukan lembaga swasta perlu diperhatikan dan bantuan Pemda Kuningan bisa berupa CSR BUMD maupun dianggarkan dalam APBD dalam bentuk hibah," pungkasnya.
Sedangkan Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriani, mengatakan, warga masyarakat harus memperhatikan dan melindungi anak-anak istimewa (disabilitas).
"Kalau bulan kita, siapa lagi," katanya.
Mengenai belum adanya bantuan dari Pemda Kuningan kepada lembaga swasta yang berkiprah terhadap pendidikan anak-anak disabilitas seperti halnya Rumah Tumbuh Kembang Ananda, ia akan membicarakannya dengan Bupati Kuningan.
Sebelumnya, Kepala Rumah Tumbuh Kembang Ananda, Dita Novaria, mengaku, hingga kini belum pernah mendapat bantuan dari Pemda Kuningan, sejak RTK Ananda didirikan pada 2020.
"Bahkan kami sudah menyampaikan ke Kang Dedi Mulyadi tapi sampai saat ini belum ada realisasinya," kata Dita, seraya menyebutkan untuk tahun ini anak-anak disabilitas di RTK Ananda berjumlah 30 anak.
Dijelaskan, RTK Ananda melayani Identifikasi dan Assesment Anak (Katagori Autis, ADD/ADHD,MR, CP, LD, SD, SID), Konsultasi Psikoligis, Tes IQ, Tes Kematangan, Tes Minat dan Bakat.
Selain itu pula, adanya stimulasi perkembangan anak, terdiri dari, Stimulasi Pedagogi, Stimulasi Perilaku, Stimulasi Okupasi, Stumulasi Wicara dan Fisioterapi.
Dalam acara tersebut, hadir Kadis Sosial Kabupaten Kuningan, Kades Sadamantra, orangtua beserta anak-anak disabilitas dan seluruh personal RTK Ananda.
Pewarta: deha.





Post a Comment