Bangunan Taman Kota Kuningan Dibiarkan Kumuh


KUNINGAN (KN), - Revitalisasi Taman Kota Kuningan yang pembangunannya dikerjakan selama dua tahun dengan anggaran sebesar Rp 25 miliar yaitu pada 2020 Rp10 miliar - Rp14,3 miliar dan 2021 Rp9,5 miliar - Rp15 miliar melalui bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, kini kondisinya seolah-olah dibiarkan kumuh tidak terawat.

Taman Kota Kuningan telah diresmikan Gubernur Jabar, M. Ridwan Kamil, Minggu (30/1/2022) sebagai ruang publik agar lebih indah dan fungsional untuk meningkatkan kenyamanan serta keindahan pusat kota, apalagi lokasinya sangat strategis dekat dengan Masjid Agung Syi’arul Islam.

"Sayang sekali ya Taman Kota Kuningan kebanggaan warga sepertinya kurang terawat," kata Rega, warga Sawahwaru, Kelurahan Kuningan, sebelum salat Idulfitri 1447 H, Sabtu (21/3/2026).

Kebetulan ia duduk di jalan sebelah timur Taman Kota Kuningan, sehingga dapat melihat secara jelas apa yang dimaksud dengan pernyataannya itu.

"Alangkahnya indahnya jika tembok itu dibersihkan dan dicat agar tidak kelihatan kumuh," katanya, sambil menunjuk tembok yang di atasnya terdapat patung kuda.

Ia meminta kepada yang berwenang untuk membersihkan tembok tersebut, selain karena tidak enak dipandang juga malu jika dilihat pemudik yang pulang berlebaran dan suatu waktu main ke Taman Kota Kuningan.

"Jangan menganggap hal itu kecil tapi justru bisa fatal dan menurunkan wibawa kepemimpinan Bupati Kuningan, Pak Dian Rachmat Yanuar dan Wakil Bupati Ibu Tuti Andriani, bagaimana Kuningan bisa melesat jika hasil pembangunannya saja terbengkalai?," tandasnya.

Pewarta: deha.


Diberdayakan oleh Blogger.