Realisasi Pendapatan 2025 Rp2,6 T dan PAD Rp379 M



KUNINGAN (KN),- Pendapatan Kabupaten Kuningan pada 2025 dari target Rp2,8 triliun lebih terrealisasi Rp2,6 triliun (93,4℅). Sedangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) ditargetkan Rp479 miliar, tercapai Rp379 miliar (79,24℅).

"Khusus pajak daerah yang dikelola Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) target Rp235 miliar, terealisasi Rp206 miliar (87%)," sebut Kepala Bappenda Kabupaten Kuningan, Laksono Dwi Putranto, kepada kamangkaranews.com, Jumat (9/1/2026).

Kenapa tidak optimal, ia menjelaskan, pertama, BPHTB Rp30 miliar. Pertama adanya pemberlakuan Nilai Obyek Pajak Tidak Kena Pajak (NOPTKP) semula Rp60 juta sekarang Rp80 juta.

"Berdampak kita loss Rp3 miliar lebih dan yang kedua jumlah transaksi BPHTB tahun kemarin 5000 lebih yang terregistrasi, sekarang hanya 3000 terregistrasi," katanya.

Kemudian pemberlakuan zero BPHTB atas Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dan tertundanya obyek-obyek besar seperti Mayora serta tertundanya pabrik dj Cieurih.

Kedua, dari Mineral Bukan Logan Batuan (MBLB) tepatnya galian pasir target Rp8,1 miliar terrealisasi 25% karena yang beroperasional tinggal tiga tempat, yang lainnya tutup semua.

"Mereka ditutup oleh Pemerintah Provinsi karena melanggar operasional administrasi," katanya.

Dua pajak besar tersebut, menimbulkan efek kepada pencapaian realisasi pajak secara keseluruhan.

Menyikapi hal tersebut, Bappenda melakukan peningkatan intens dan ekstens. Kedua, peningkatan basis data. Ketiga, digitalisasi. Keempat, peningkatan enforcement atau penegakan hukum (law enforcement) dan kelima buka jejaring.

Pewarta: deha.


Diberdayakan oleh Blogger.