RPJMD Bupati Kuningan Target Lima Tahun 2000 Ruang Kelas SD Diperbaiki akan Tercapai


KUNINGAN,- Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan, melalui Kepala Bidang Pendidikan SD, Surya, menyebutkan, Target Bupati Kuningan dalam RPJMD lima tahun agar 2000 ruang kelas di sekolah harus diperbaiki, hal itu akan tercapai. 

"Sampai dengan saat ini Program Revitalisasi SD dari pemerintah pusat Rp45 milyar untuk 55 SD dan Insya Allah pada 2027 ada 396 SD menerima bantuan serupa," sebut Surya ketika dikonfirmasi kamangkaranews.com di ruang kerjanya, Senin (14/9/2026). 

Lebih lanjut dikatakan, Program Revitalisasi bantuan dari pemerintah pusat ini menjadi tanggung jawab bersama dan ia berpesan kepada para kepala sekolah agar menjalankan amanah dengan baik sehingga sekolah yang aman, nyaman dan menyenangkan bagi anak-anak belajar. 

"Kemarin 38 sekolah dan Insya Allah besok 9 SD yang akan melaksanakan Bimtek di Jakarta dan kita berharap dengan adanya kebijakan Presiden, Bupati Kuningan dengan Visi Kuningan Melesat, Kepala Disdikbud Kuningan maka sekolah di Kuningan menjadi lebih baik lagi sehingga tentunya anak-anak kita lebih nyaman untuk belajar," katanya. 

Pelaksanaan pekerjaan revitalisasi bangunan SD adalah swakelola tidak boleh dikerjakan pihak ketiga atau rekaman, kecuali tenaga ahli boleh, sedangkan pertukangan biasa menggunakan tenaga warga setempat. 

Adapun jenis bahan bangunan tergantung kesepakatan perhitungan anggaran dan kondisi alam serta kemampuan para pekerja. Jika di daerah itu aman dari gangguan rayap maka bahan bangunan untuk kusen dan lainnya bisa menggunakan kayu. 

"Tapi jika rawan rayap maka kusen jendela harus menggunakan alumunium dan rangka atas memakai baja ringan yang sudah berstandar SNI," katanya. 

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah sudah menyiapkan seorang fasilitator sekolah, juga perencana dan pengawas pekerjaan, jika nanti hasil pekerjaan bangunan dianggap kurang baik maka akan dievaluasi dan diminta pertanggungjawabannya. 

Program revitalisasi bukan hanya meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan tetapi juga peningkatakan pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar sekolah dan usaha yang dimiliki warna setempat. 

Artinya warga masyarakat yang biasa bekerja sebagai tukang bangunan tetapi belum ada pelerjaan maka bisa bekerja di SD yang sedang direvitalisasi. Warga yang punya usaha material, bahan bangunannya dibeli untuk perbaikan gedung sekolah. 

"Termasuk ibu-ibu PKK bisa mendapatkan pemasukan dengan cara menyediakan makanan kepada para tukang yang bekerja memperbaiki gedung sekolah," katanya. 

Intinya, imbuh dia, kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Kuningan serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, ingin agar anak-anak yang belajar di sekolah  dasar bisa lebih nyaman, tenang dan proses Kegiatan Belajar Mengajar menjadi lebih efektif dalam upaya merealisasikan Visi Kuningan Melesat. 

Pewarta: deha. 
Diberdayakan oleh Blogger.