APBN untuk Alokasi Revitalisasi SMP Sangat Susah, Setelah Dapat Bangunan Sekolah Harus Dipelihara


KUNINGAN,- Anggaran Pendapatan Belanja Nasional (APBN) untuk alokasi revitalisasi bangunan SMP sangat susah dan setelah mendapatkan bantuan itu maka bangunan sekolah hasil perbaikan harus dipelihara agar tidak cepat rusak. 

"Tahun ini bantuan revitalisasi yang bersumber dari APBN sebesar Rp12 milyar untuk 14 sekolah karena jumlah bangunan SMP tidak sebanyak SD, " sebut Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan, melalui Kepala Bidang SMP, Rizal Arif Gunawan, ketika dikonfirmasi kamangkaranews.com, Kamis (17/9/2026). 

Visi Kuningan Melesat yang digulirkan kepemimpinan Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar dan Wakil Bupati, Tuti Andriani, diantaranya perbaikan bangunan sekolah. 

Dengan demikian, lanjutnya, program revitalisasi bangunan SMP yang merupakan Program Strategis Nasional (PSN) bagi Kabupaten Kuningan sejalan dengan Visi Kuningan Melesat sehingga RPJMD lima tahun ke depan target bidang pendidikan bisa terralisasi. 

Ia berpesan kepada Panitia Pembangunan Sekolah (P2S) agar perbaikan bangunan harus sesuai dengan gambar dan Rencana Anggaran Belanja (RAB) karena kontrol dari masyarakat maupun berbagai kalangan saat ini sangat luar biasa. 

Menurutnya, fenomena tersebut mencerminkan bahwa masyarakat merasa memiliki terhadap pentingnya sarana pendidikan dan masa depan anak-anak di Kabupaten Kuningan. 

"Setelah bangunan sekolah selesai diperbaiki dengan sistem swakelola, mari kita bersama-sama merawatnya karena yang susah itu bukan membangunnya melainkan  perawatannya," pesannya. 

Ia berharap, tahun depan (2027) bangunan SMP di Kabupaten Kuningan mendapatkan lagi bantuan revitalisasi dari APBN, kendati kondisi bangunan SMP secara umum relatif baik tetapi masih ada yang harus diperbaiki meskipun jumlahnya tidak sebanyak yang tercantum dalam data revitalisasi 2026.

Pewarta: deha. 
Diberdayakan oleh Blogger.