Siapakah Tina Wiryawati, Politisi Partai Gerindra 'Pembabat Alas' Tak Kenal Menyerah


KUNINGAN (KN),- Pemilu 14 Februari 2024 yang akan datang menjadi ajang adu program dan visi misi para calon anggota legislatif, mulai dari DPRD kabupaten/kota, DPRD Provinsi, DPR RI maupun DPD RI, apakah caleg baru maupun incumbent.


Diantara caleg DPRD Provinsi Jawa Barat di Dapil XIII (Kuningan, Ciamis, Banjar dan Pangandaran) terdapat nama Hj. Tina Wiryawati, BSe, BSc, SH, MBA, dari Partai Gerindra yang saat ini sebagai anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dan mencalonkan kembali di Pemilu 2024 nomor urut 1.


Kepada kamangkaranews.com,  Rabu (20/12/2023) malam, ia menceritakan mulai belajar ingin menjadi wakil rakyat sejak 2004 sebagai caleg dari salah satu parpol di Riau. Kenapa ingin menjadi wakil rakyat? Ia ingin berjuang bersama masyarakat.


Tina mengatakan, Pemilu 2004 Sistem Tertutup (nomor urut) maka yang akan jadi adalah orang kiriman dari pusat. Pemilu 2009 belum tertarik menjadi caleg tapi pada 2008 terjadi perubahan sistem menjadi Sistem Terbuka.


"Tahun 2011 saya bergabung di Partai Gerindra, saya tertarik dengan kepemimpinan Pak Prabowo, apalagi di dalam struktur partai ada Dewan Pakar diantaranya kemandirian pangan, kemandiran energi, sehingga saya bisa banyak belajar," kata Tina di salah satu hotel di kawasan Sangkanurip, Kabupaten Kuningan.


Lebih lanjut Tina mengatakan, pada 2014 atas perintah partai untuk keterwakilan 30 persen perempuan ia menjadi Caleg DPR RI di Dapil Bangka Belitung. Kendati belum mendapat kursi tapi mampu memperoleh suara.


Di internal partai ia disebut sebagai politisi yang mampu 'membabat alas' atau membuka lahan baru meskipun ditugaskan bukan di daerah sendiri tempat ia dilahirkan.


"Kalau untuk DPRD kabupaten/kota di Bangka Belitung Insya Allah saya bisa mendapat kursi tapi karena waktu itu Caleg DPR RI suara yang saya peroleh belum cukup," kata ibu dari satu putri dan dua orang putra tersebut.


Perjalanan panjang itu, semakin memperkuat niatnya untuk bisa meraih kesuksesan di dunia politik, ia mengaku terus belajar dan belajar untuk berjuang.


"Kalau di Partai Gerindra dinamakan pejuang politik, hal itu semakin memperkuat keyakinan bahwa saya di Partai Gerindra adalah keputusan yang benar. Berjuang secara politik untuk membantu masyarakat," katanya.


Kegagalan yang ia terima sejak Pemilu 2004 hingga 2014 tidak membuat putus asa, malah sebaliknya, di Pemilu 2019 ia semakin bersemangat sebagai Caleg DPRD Provinsi Jabar di Dapil Jabar XIII yang akhirnya bisa memperoleh suara dan duduk di Komisi I.


"Latar belakang saya adalah hukum maka saya ditempatkan di Bapemperda dan sempat di posisi Banggar," ujar perempuan kelahiran Solo 1961 itu.


Selama menjadi wakil rakyat, banyak program kerja telah ia lakukan yang langsung menyentuh masyarakat, apakah kesehatan maupun ekonomi dan tentunya menyerap aspirasi.


Ia pun telah menggolkan Perda tentang Kesejahteraan Lansia, meskipun bukan tupoksinya karena banyak lansia di Jawa Barat membutuhkan perhatian khusus, apalagi di desa-desa para lansia hidup sendiri dan sudah tidak produktif.


Selain itu pula Perda Desa Wisata untuk meningkatkan pembangunan desa melalui potensi wisata agar ekonomi masyarakat desa terus tumbuh dan berkembang.


"Misalnya grand design desa wisata adanya penataan kendaraan odong-odong untuk aksesbilitas dilengkapi peta tempat wisata dan kuliner agar wisatawan mudah mencari lokasi yang ingin dikunjungi," katanya mengakhiri pembicaraan.


Pewarta : deha.

Diberdayakan oleh Blogger.